Namun untuk melihat kepribadian seseorang, tidak perlu harus melakukan survey berhari hari karena ada sebuah cara yang efektif dan efesien yaitu dengan melihat cermin kepribadian. Cermin ini akan menunjukkan kebaikan dan keburukan seseorang, dan cermin itu adalah ide pemikirannya.
Hasan al-Basri rohimahullah berkata:
الْفِكْرَةُ مِرْآةٌ تُرِيكَ حَسَنَاتِكَ وَسَيِّئَاتِكَ.
Seseorang yang mengeluarkan ide pemikirannya maka akan terlihatlah baik dan buruk kepribadiannya. Seorang yang menyatakan bahwa al-Qur’an adalah kalam Allah yang merupakan sumber kebaikan di bumi ini bagi yang mau menerapkan dalam kehidupannya sehari-hari, maka inilah hakekat dari kepribadian seorang mukmin sejati. Yaitu orang mukmin yang mendasarkan setiap ide pemikirannya dari wahyu ilahi (al-Qur’an). Namun sebaliknya seorang yang mengatakan pemikiran bahwa ayat-ayat konstitusi itu lebih mulia dan lebih unggul dari ayat-ayat al-Qur’an maka inilah kepribadian orang kafir yang menentang Allah.
Bukan hanya individu saja yang dapat diketahui dari cermin pemikiran ini, namun suatu kelompok atau aliran keagamaan dapat diketahui dari ide-ide pemikiran yang dibawanya.
Yahudi dengan ide Zionismenya menunjukkan keserakahan dan kesombongannya karena menganggab bangsa lain rendah dan ingin memperluas wilayahnya di seluruh dunia.Oleh sebabitu penjajahan wilayah dan ideologi serta memperbudak seluruh bangsa di dunia ini menjadi menu aktifitas dan cita-cita agama ini.
Syi’ah dengan konsep imamahnya yang menganggab bahwa kekholifahan hanya milik imam mereka.Kemudian dengan konsep tersebut mereka mengkafirkan para sahabat-sahabat rosulullah shollallahu ‘alai wa sallam yang memegang kekholifahan setelah beliau seperti Abu Bakar, Umar bin Khotob, Utsman bin Affan rodhiyallahu anhum serta istri-istri beliau dan sahabat-sahabat lainnya rodhiyallahu anhum. Sampai saat ini, dengan basis kekuatan mereka di Iran, mereka masih menginginkan memegang kepemimpinan di dunia ini sehingga mereka mengintervensi dan menginvasi negara-negara seperti libanon, Irak, suriah dan Yaman yang kebanyakan penduduknya adalah ahlus sunnah. Dan karena pemikiran ini negara-negara tersebut porak-poranda karena perang yang mereka picu.
Dua kelompok tersebut di atas pada hakekatnya adalah sama, karena syi’ah adalah produk orang Yahudi yang pura-pura masuk Islam untuk merusaknya dari dalam. Orang ini bernama Abdullah bin Saba’.
oleh Abu Hasan as-Syhaby.
Selepas Ashar di sudut utara kabupaten Lamongan, Jatim, Ahad, 29 Jumadits tsani 1436 H/19 April 2015 M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jazakumullah atas kunjungan dan perhatian anda. Komentar yang bijak adalah kehormatan kami.